Bab 8 · Bagian 2

Build and Artifact Management

A focused chapter on build and artifact management, with practical delivery concerns, trade-offs, and the operational questions behind CI/CD work.

8-1

Dari Kode Sumber ke Sesuatu yang Benar-Benar Bisa Dijalankan

Pelajari mengapa kode sumber perlu di-build menjadi artifact sebelum bisa dijalankan di server produksi. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan platform engineer tentang proses build, artifact, dan lingkungan build yang konsisten.

6 menit
8-2

Mengapa Setiap Build Perlu Identitas Unik

Setiap hasil build butuh identitas unik agar bisa dilacak, di-debug, dan dideploy dengan percaya diri. Pelajari kombinasi build ID, commit hash, dan timestamp.

5 menit
8-3

Tempat Penyimpanan Build: Mengapa Setiap Artefak Butuh Rumah

Pelajari pentingnya registry artefak dalam CI/CD. Artikel ini membahas bagaimana registry menjadi titik handoff antara CI dan CD, memastikan setiap build tersimpan dengan versi yang jelas, dan mencegah kebingungan saat deploy.

4 menit
8-4

Mengapa Anda Tidak Boleh Pernah Melakukan Build Ulang untuk Produksi

Pelajari mengapa mempromosikan artefak yang sudah terverifikasi lebih baik daripada membangun ulang untuk produksi. Panduan praktis untuk CI/CD yang andal.

5 menit
8-5

Kenapa Rebuild untuk Production Lebih Berisiko dari yang Terlihat

Memiliki green build di staging? Jangan rebuild untuk production. Pelajari risiko hilangnya traceability dan reproducibility, serta prinsip build once promote many.

4 menit
8-6

Mengapa Anda Tidak Boleh Membangun Ulang Artifact Setelah Lolos Pengujian

Pelajari disiplin artifact dalam pipeline CI/CD: build sekali, gunakan di mana saja, promosikan tanpa rebuild, dan verifikasi integritas untuk deployment yang andal.

5 menit