Build and Artifact Management
A focused chapter on build and artifact management, with practical delivery concerns, trade-offs, and the operational questions behind CI/CD work.
Dari Kode Sumber ke Sesuatu yang Benar-Benar Bisa Dijalankan
Pelajari mengapa kode sumber perlu di-build menjadi artifact sebelum bisa dijalankan di server produksi. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan platform engineer tentang proses build, artifact, dan lingkungan build yang konsisten.
Mengapa Setiap Build Perlu Identitas Unik
Setiap hasil build butuh identitas unik agar bisa dilacak, di-debug, dan dideploy dengan percaya diri. Pelajari kombinasi build ID, commit hash, dan timestamp.
Tempat Penyimpanan Build: Mengapa Setiap Artefak Butuh Rumah
Pelajari pentingnya registry artefak dalam CI/CD. Artikel ini membahas bagaimana registry menjadi titik handoff antara CI dan CD, memastikan setiap build tersimpan dengan versi yang jelas, dan mencegah kebingungan saat deploy.
Mengapa Anda Tidak Boleh Pernah Melakukan Build Ulang untuk Produksi
Pelajari mengapa mempromosikan artefak yang sudah terverifikasi lebih baik daripada membangun ulang untuk produksi. Panduan praktis untuk CI/CD yang andal.
Kenapa Rebuild untuk Production Lebih Berisiko dari yang Terlihat
Memiliki green build di staging? Jangan rebuild untuk production. Pelajari risiko hilangnya traceability dan reproducibility, serta prinsip build once promote many.
Mengapa Anda Tidak Boleh Membangun Ulang Artifact Setelah Lolos Pengujian
Pelajari disiplin artifact dalam pipeline CI/CD: build sekali, gunakan di mana saja, promosikan tanpa rebuild, dan verifikasi integritas untuk deployment yang andal.