Bab 24 · Bagian 4

Rollback and Roll-Forward Database

A focused chapter on rollback and roll-forward database, with practical delivery concerns, trade-offs, and the operational questions behind CI/CD work.

24-1

Mengapa Rollback Database Tidak Sesederhana Rollback Aplikasi

Rollback aplikasi semudah menekan tombol. Rollback database? Tidak. Artikel ini menjelaskan perbedaan mendasar, risiko kehilangan data, dan strategi yang lebih aman seperti roll forward.

5 menit
24-2

Ketika Migrasi Database Gagal di Production: Tiga Skenario yang Akan Membuat Anda Begadang

Migrasi database di production berhasil tanpa error, tapi dua jam kemudian sistem berantakan. Pelajari tiga skenario nyata di mana side effect migrasi baru terlihat berjam-jam kemudian.

6 menit
24-3

Kapan Down Migration Database Aman dan Kapan Berbahaya

Pelajari kapan down migration database aman digunakan di development, staging, dan production. Temukan risiko data loss, ketidaksesuaian kode-skema, dan alternatif yang lebih aman.

6 menit
24-4

Saat Migrasi Database Bermasalah: Mengapa Roll Forward Lebih Baik dari Roll Back

Pelajari mengapa strategi roll forward lebih unggul dari roll back saat migrasi database gagal di production. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan platform engineer.

5 menit
24-5

Saat Skema Database Anda Benar, Tapi Datanya Salah

Pelajari cara memperbaiki data yang salah pasca migrasi database tanpa mengembalikan skema. Panduan praktis compensating script untuk DevOps, SRE, dan DBA.

4 menit
24-6

Backup Adalah Jaring Pengaman, Bukan Strategi Migrasi

Pelajari mengapa backup bukan strategi rollback migrasi database yang ideal. Temukan hierarki pemulihan yang benar: roll-forward, skrip kompensasi, dan kapan backup benar-benar diperlukan.

4 menit
24-7

Memilih Strategi Pemulihan Database yang Tepat untuk Tim Anda

Panduan memilih strategi pemulihan database berdasarkan ukuran tim, frekuensi deployment, toleransi downtime, dan jenis perubahan. Cocok untuk engineer, DevOps, dan SRE.

5 menit