Rollback and Roll-Forward Database
A focused chapter on rollback and roll-forward database, with practical delivery concerns, trade-offs, and the operational questions behind CI/CD work.
Mengapa Rollback Database Tidak Sesederhana Rollback Aplikasi
Rollback aplikasi semudah menekan tombol. Rollback database? Tidak. Artikel ini menjelaskan perbedaan mendasar, risiko kehilangan data, dan strategi yang lebih aman seperti roll forward.
Ketika Migrasi Database Gagal di Production: Tiga Skenario yang Akan Membuat Anda Begadang
Migrasi database di production berhasil tanpa error, tapi dua jam kemudian sistem berantakan. Pelajari tiga skenario nyata di mana side effect migrasi baru terlihat berjam-jam kemudian.
Kapan Down Migration Database Aman dan Kapan Berbahaya
Pelajari kapan down migration database aman digunakan di development, staging, dan production. Temukan risiko data loss, ketidaksesuaian kode-skema, dan alternatif yang lebih aman.
Saat Migrasi Database Bermasalah: Mengapa Roll Forward Lebih Baik dari Roll Back
Pelajari mengapa strategi roll forward lebih unggul dari roll back saat migrasi database gagal di production. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan platform engineer.
Saat Skema Database Anda Benar, Tapi Datanya Salah
Pelajari cara memperbaiki data yang salah pasca migrasi database tanpa mengembalikan skema. Panduan praktis compensating script untuk DevOps, SRE, dan DBA.
Backup Adalah Jaring Pengaman, Bukan Strategi Migrasi
Pelajari mengapa backup bukan strategi rollback migrasi database yang ideal. Temukan hierarki pemulihan yang benar: roll-forward, skrip kompensasi, dan kapan backup benar-benar diperlukan.
Memilih Strategi Pemulihan Database yang Tepat untuk Tim Anda
Panduan memilih strategi pemulihan database berdasarkan ukuran tim, frekuensi deployment, toleransi downtime, dan jenis perubahan. Cocok untuk engineer, DevOps, dan SRE.