Bab 22 · Bagian 4

Data Migration, Backfill, and Reconciliation

A focused chapter on data migration, backfill, and reconciliation, with practical delivery concerns, trade-offs, and the operational questions behind CI/CD work.

22-1

Mengapa Migrasi Data Berbeda dari Deployment Aplikasi

Pelajari mengapa migrasi data memiliki risiko lebih tinggi dibanding deployment aplikasi, serta praktik idempotensi, dry-run, backfill, dan rekonsiliasi untuk menjamin keamanan data.

4 menit
22-2

Menulis Migrasi Database yang Tidak Akan Rusak Jika Dijalankan Dua Kali

Pelajari cara menulis skrip migrasi database yang idempoten agar tidak error saat dijalankan ulang. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan platform engineer.

5 menit
22-3

Mengapa Anda Harus Selalu Dry-Run Migrasi Database Sebelum Menyentuh Data Nyata

Pelajari mengapa dry-run migrasi database sangat penting sebelum diterapkan ke produksi. Teknik sederhana ini mencegah kegagalan, lock table, dan downtime yang tidak terduga.

4 menit
22-4

Backfill Data Lama Tanpa Mengganggu Database Produksi

Pelajari cara melakukan backfill data legacy secara aman dengan batch processing, throttling, dan idempotensi. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan platform engineer.

5 menit
22-5

Rekonsiliasi Data: Membuktikan Migrasi Anda Berjalan dengan Benar

Pelajari cara melakukan rekonsiliasi data untuk memvalidasi migrasi database. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan engineer mencakup checksum, perbandingan batch, dan otomatisasi pipeline.

6 menit
22-6

Saat Migrasi Data Gagal: Strategi Rollback yang Benar-Benar Berhasil

Pelajari strategi rollback migrasi data yang efektif: backup pra-migrasi, point-in-time recovery, dan pengujian rollback untuk mencegah kehilangan data di produksi.

5 menit
22-7

Saat Migrasi Database Membutuhkan Pipeline Sendiri

Pipeline CI/CD aplikasi tidak cukup untuk menangani migrasi database. Pelajari cara membuat pipeline khusus dengan dry-run, backfill, rekonsiliasi, dan pengujian rollback untuk menjaga konsistensi data.

5 menit