Rollback, Roll-Forward, and Recovery
A focused chapter on rollback, roll-forward, and recovery, with practical delivery concerns, trade-offs, and the operational questions behind CI/CD work.
Mengapa Anda Perlu Rencana Pemulihan Sebelum Deployment Berikutnya
Pelajari pentingnya rencana pemulihan sebelum deployment untuk menghindari downtime berkepanjangan. Panduan praktis rollback dan roll-forward untuk tim DevOps dan SRE.
Rollback: Saat Kembali ke Versi Sebelumnya Tidak Sesederhana Kedengarannya
Rollback adalah strategi pemulihan default, tetapi tidak sesederhana mengganti kode. Pelajari perbedaan rollback aplikasi, database, dan infrastruktur serta risikonya.
Ketika Rollback Terlalu Berisiko: Bagaimana Roll-Forward Menjaga Sistem Anda Tetap Berjalan
Pelajari kapan dan bagaimana menggunakan strategi roll-forward untuk memperbaiki bug tanpa kehilangan data atau menyebabkan downtime, terutama saat database sudah berubah.
Apa yang Terjadi Setelah Rollback: Memverifikasi Bahwa Pemulihan Anda Benar-Benar Berhasil
Pelajari cara memverifikasi pemulihan setelah rollback atau roll-forward. Panduan praktis untuk smoke test, metrik, database, dan integrasi sistem.
Saat Deployment Gagal: Mengapa Observability adalah Alat Pemulihan Anda
Pelajari bagaimana observability (log, metrik, dan trace) menjadi alat pemulihan utama saat deployment bermasalah. Panduan praktis untuk DevOps, SRE, dan platform engineer.
Latihan Pemulihan: Mengapa Anda Harus Berlatih Menghadapi Kegagalan Sebelum Terjadi di Produksi
Pelajari mengapa latihan pemulihan (recovery drills) penting untuk tim DevOps dan SRE. Temukan cara menguji rencana pemulihan sebelum kegagalan nyata terjadi di produksi.
Strategi Deployment Anda Sudah Menentukan Seberapa Sulit Pemulihan Nanti
Pelajari bagaimana strategi deployment (blue-green, canary, feature flags) secara langsung menentukan kemudahan rollback dan pemulihan saat terjadi kegagalan di produksi.